SELAMAT IDUL FITRI 1SYAWAL 1435 H MOHON MAAF LAHIR & BATHIN
The Web ahmadirwan61
news

Rabu, 25 September 2013

Janda 98 tahun & anak nya tewas di bantai


DOLOK MASIHUL-PM

Dortia boru Sianipar (98) dan putrinya yang

masih gadis, Jojor Parulian boru Siahaan (50)

ditemukan tewas bersimbah darah di kediaman

mereka, Dusun II, Desa Batu XIII, Kec. Dolok

Masihul, Sergai, Selasa (24/9) siang. Kuat

dugaan, ibu anak yang dikenal sebagai juragan

tanah itu dibantai orang dekat yang ingin

menguasai harta bendanya.

Jenazah mengenaskan kedua korban pertama

kali ditemukan Tumiar boru Siahaan (58), putri

ketiga korban yang rumahnya berjarak 200

meter dari lokasi. Hasil penyelidikan polisi, ibu

anak diperkirakan dihabisi menggunakan pisau

dan benda tumpul pada Senin (23/9) dinihari

lalu. Hal ini dibuktikan dengan adanya luka

tikam dan hantaman benda tumpul di tubuh

keduanya. Saat ditemui di lokasi kejadian,

Tumiar yang masih syok mengaku terakhir kali

melihat ibu dan adik bungsunya pada Minggu

(22/9) siang.

“Waktu itu (Minggu-red) aku lagi menjemur

padi dan masih melihat ibu dan adiku itu.

Selama ini mereka hanya tinggal berdua saja.

Tapi keesokan harinya aku tak melihat mereka

lagi. Tadi siang aku datang ke mari (rumah

korban) sekira pukul 10.00 WIB. Aku

bermaksud untuk melihat apakah padi yang

kutitipkan kemarin sudah digiling apa belum.

Karena beberapa hari lalu, aku minta tolong

pada adikku untuk menggilingkannya kalau ada

mesin padi lewat,” kenang Tumiar dengan

daraian air mata.

Setiba di lokasi, Tumiar curiga melihat pintu

dan jendela rumah orangtuanya masih tertutup

rapat, sedang pintu depan terkunci dari dalam.

Karena tak ada sahutan meski sudah dipanggil

berkali-kali, Tumiar yang curiga pun pergi ke

belakang rumah. Di sana ia mendapati pintu

belakang tak terkunci. Untuk memastikan yang

terjadi, Tumiar pun masuk ke dalam makin

curiga melihat kelambu tempat tidur ibu dan

adiknya masih terpasang. Tapi saat diperiksa,

Tumiar melihat tubuh ibunya bersimbah darah.

Tumiar makin syok saat membuka kelambu

tempat tidur adiknya. Ternyata Jojor juga

sudah terkapar dengan kondisi sama dengan

ibunya.

Selanjutnya Tumiar mengangkat jasad ibunya 2

meter dari kamar tidur ruang tamu (belakang

lemari). Menurut Tumiar, hal itu ia lakukan

karena masih penasaran dan tak yakin kalau

ibunya telah meninggal. Tapi berulang kali

dipanggil dan dibangunkan, ibunya tak kunjung

bangun. Sadar sang ibu telah tiada, Tumiar

sontak managis histeris dan keluar rumah untuk

memberitahukan kejadian itu pada keluarga dan

warga sekitar.

“Memang tak ada barang berharga yang hilang.

Karena di rumah ini memang tak ada benda

berharga maupun uang dalam jumlah besar,

sebab uang penjualan padi kemarin dititipkan

ibu pada keluarga di Tebingtinggi. Begitu juga

perhiasan milik ibu dan adikku,” lirihnya.

Karena itu Tumiar yang masih trauma itu

menduga pelaku adalah orang dekat bermotif

rebutan harta. “Bah, kurasa gara-gara hartalah

ini. Kalau perampokan, pintu rumah tak ada

yang rusak, pas aku masuk tadi pagi cuman

pintu belakang yang terbuka. Selain itu rumah

juga tak berantakan. Hanya saja pintu lemari

sudah terbuka semua,” tandasnya. Sementara

itu, Kapolsek Dolok Masihul, AKP Darwin

Ketaren yang dikonfirmasi mengaku masih

menyelidiki motif dibalik pembunuhan kedua

korban.

“Pintu dan jendela rumah korban tidak ada

rusak dan kita belum menemukan barang bukti

apa pun yang digunakan pelaku di lokasi untuk

menghabisi kedua korban,” ucap Ketaren.

Pantauan kru koran ini di lokasi kejadian,

bercak darah yang sudah mengering masih

menempel di dinding rumah semi permanen

berlantai semen itu. Jasad Jojor terlentang

dengan posisi kaki kanan tertekuk.

Di wajahnya ditemukan luka memar bekas

hantaman benda tumpul, luka bacok sepanjang

2 Cm di lengan kiri, luka tikaman di perut

samping kiri dan luka di kepala belakang. Dua

meter dari mayat Jojor, terlihat jasad ibu

kandungnya yang juga tewas dibunh dengan

posisi terlentang. Dortia juga mengalami

memar di wajah yang ditandakan warna biru.

Begitu juga gigi patah yang diduga akibat

benturan benda tumpul. Dan di bagian betis kiri

ditemukan luka trauma yang duduga karena

sabetan benda tajam.

Peristiwa pembunuhan ibu anak ini sempat

membuat warga sekitar dan pengguna jalan

yang melintas geger, hingga berbondong-

bondong memadati loksi. Sangkin ramainya

warga, jalan lintas Dolok Masihul Tebingtinggi

sempat macet beberapa jam. Kepala Desa Batu

13 Andi Maju Sitorus yang ditemui di lokasi

mengatakan, Dortia dan Jojor tinggal berdua di

rumah itu.

Anak dan cucunya tinggal di tempat lain,

bahkan ada yang di Jakarta. Dia mengatakan,

Dortia dikenal sebagai janda tua yang memiliki

banyak tanah dan lokasi pertanian dan

perkebunan di wilayah itu. Mereka juga

dikabarkan baru panen pekan lalu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

antara News Headlines
(new window)
Table Cell