SELAMAT IDUL FITRI 1SYAWAL 1435 H MOHON MAAF LAHIR & BATHIN
The Web ahmadirwan61
news

Minggu, 10 November 2013

7 Penumpang Bus PMS Tewas Terjepit Truk

MEDAN-Tiga kecelakaan lalu lintas
(lakalantas) akhir pekan ini terjadi
di Batubara dan Deliserdang.
Akibatnya 10 orang tewas di jalan
dan lainnya dalam keadaan kritis.
Kecelakaan yang paling banyak
memakan korban jiwa terjadi di
Batubara. Adalah bus PMS kontra
truk fuso yang bertabrakan di
Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum)
Kisaran-Medan di Kilometer
130-131, tepatnya di Dusun II,
Kecamatan Talawi, Batubara,
Minggu (10/11) sekira pukul
05.30 WIB. Dari peristiwa ini, 7
penumpang tewas terjepit bus.
Informasi dihimpun Metro Asahan
(Grup Sumut Pos) di lokasi
kejadian, peristiwa tersebut
berawal saat 2 busn
yang saling berlomba melaju dari
arah Kisaran menuju arah Medan.
Saat di lokasi kejadian keduanya
hendak mendahului sebuah truk
yang berada di depannya, satu bus
yang belum diketahui namanya
berhasil mendahului truk yang
berada di depannya, namun Bus
PMS BK 7005 UT, yang identitas
sopirnya belum diketahui yang
ditumpangi para korban tidak
dapat melewati truk tersebut.
Tiba-tiba dari arah berlawanan
muncul truk Mitsubishi Fuso BK
8295 XB yang bermuatan kerikil
bercampur pasir. Truk ini
dikemudikan oleh Parno T (56),
warga Kedai Durian, Delitua. Tak
pelak, sopir bus PMS membanting
stir mobilnya ke sebalah kiri
hingga membuat keduanya
berbenturan dan membuat
kerusakan yang cukup parah pada
bagian kanan badan bus. 7 orang
penumpang bus tersebut pun
tewas (data korban lihat grafis).
Warga yang mengatahui kejadian
tersebut langsung membantu
menolong korban dan
memindahkan korban yang
selamat ke bus lainnya. Beberapa
saat kemudian personel Polres
Batubara langsung mengevakuasi
korban. “Saya tidak tahu
bagaimana kejadiannya, sebab
kejadiannya pagi hari sekira pukul
05.30 WIB, saat saya selesai
solat. Saya mendengar suara
benturan keras dari arah Jalinsum,
tapi saya tidak tahu suara apa itu.
Tapi setelah sekira pukul 06.30
WIB setelah saya lihat, ternyata
suara itu berasal dari Bus PMS dan
truk yang saat itu bertabrakan dan
saya lihat para korbannya sudah
dibawa mobil ambulans,” ujar
Wati (35), warga setempat.
“Saya melihat Bus PMS dan truk
itu sudah bertabrakan karena
takut jadi saya tidak berani
melihat, “ timpal Asia Sinaga,
warga lainnya.
Sopir truk fuso, Parno T
(56),mengaku kejadian pukul
06.00 WIB. “Truk yang saya
bawa itu bermuatan sertu (kerikil
bercampur pasir, Red) yang
dibawa dari Medan menuju
Kisaran. Saya berangkat dari
Medan sekira pukul 17.00 WIB,”
ujarnya saat dimintai ketarangan.
Parno mengaku truknya tidak
melaju kencang. Kecepatan rata-
rata hanya 40 km/jam. Dengan
kondisi jalan di lokasi yang
menanjak, tiba-tiba dari depan
arah truknya tersebut melaju dua
buah bus yang saling berlomba
dan hendak mendahului sebuah
truk di depannya. Saat itu dia
melihat bus yang pertama berhasil
melewati truk yang depannya,
namun bus PMS tidak berhasil.
Dan, Parno mengaku tak bias
mengelak dari tabrakan itu, begitu
pun bus yang melaju kencang itu.
Setelah kejadian itu, Parno turun
dari truk dan mengamankan diri
ke sebuah rumah makan yang
berada tidak jauh di lokasi.
“Wajah saya luka dan berdarah
akibat terkena serpihan kaca,”
ungkap bapak beranak 4 itu.
Kanit Lantas Polres Batubara Ipda
CH Manurung mengatakan, sopir
bus PMS diketahui bukan bernama
Taman Ginting (50), yang sempat
dikira turut menjadi salah seorang
korban tewas dalam peristiwa
tabrakan tersebut. Menurut
Manurung, ternyata Taman
Ginting merupakan penumpang
bus, sedangkan sopir bus diketahui
juga bermarga Ginting. “Sopir Bus
PMS itu masih hidup dan
melarikan diri pascakejadian
tersebut, saat ini masih kita
selidiki keberadaan sopirnya,” kata
Manurung.
Duo Honda Adu Kambing
Sebelumnya, kecelakaan maut
juga terjadi di Jalan Lintas Tanah
Abang-Bangunpurba tepatnya di
Desa Jaharun A Kecamatan
Galang, Sabtu (9/13) sekira pukul
22.15 WIB. Kali ini sepeda motor
Honda Revo laga kambing dengan
Honda Beat. Akibatnya 3 ABG
meregang nyawa yaitu Yudha
(14), Rijal (14) keduanya warga
Dusun III Desa Sialang Kecamatan
Bangun Purba, Zakim Sarwono
(14) warga Dusun III Desa
Jaharun B Kecamatan Galang.
Sedangan seorang lagi, Mhd Irja
(14) warga Dusun III Desa
Jaharun B, dalam kondisi kritis
dan dirawat di ruang ICU RSU Sari
Mutiara Lubukpakam.
Informasi diperoleh Posmetro
Medan (grup Sumut Pos), malam
maut itu Rijal berboncengan
dengan Yudha mengendarai Revo
BK 5282 MAJ melintas dari
kawasan Tanah Abang menuju
Bangunpurba. Tiba di lokasi
kejadian, dari arah berlawanan
melesat Honda Beat warna hitam
BK 5253 MAK yang dikendarai
Zakim Sarwono berboncengan
dengan Mhd Irja. Karena kedua
sepeda motor yang berlawanan
arah itu sama-sama berkecapatan
tinggi, maka ‘laga kambing’ pun
tak terelakkan lagi.
Seketika Yudha dan Rijal yang
sama-sama sekolah di tsanawiyah
itu tewas di tempat kejadian
dengan luka robek di wajah dan
kepala. Begitu juga dengan Zakim
Sarwono mengalami luka pada
kepala dan wajah dan Mhd Irja
mengalami luka bengkak pada
mata sebelah kiri dan alisnya
robek. Warga sekitar pun
berhamburan kelokasi kejadian
untuk menolong korban dan
melarikan keempat korban ke
RSU Sari Mutiara untuk keperluan
visum dan perawatan. Meskipun
Zakim Sarwono sudah dirawat
intensif di RSU Sari Mutiara,
namun bungsu dari dua
bersaudara yang sudah putus
sekolah ini akhirnya
menghembuskan napas
terakhirnya pada Minggu (10/11)
pagi.
Kanit Laka Polres DS Iptu G Karo-
karo SH ketika dikonfirmasi
membenarkan jika dalam
kecelakaan itu menimbulkan 3
korban jiwa. “Kedua sepedamotor
telah diamankan di komando guna
penyidikan lebih lanjut,” jawabnya.
Guru Swasta Kritis Disenggol
Mazda 2
Sementara di Jalinsum
Lubukpakam-Medan tepatnya di
depan BRI Cabang Lubukpakam di
Jalan Medan, Liswati
Simangunsong (52) yang
berprofesi guru swasta kritis
akibat disenggol sedan Mazda 2
BK 1305 QS. Ketika itu,
Lismawati Simangunsong yang
tinggal di Desa Punden Rejo
Kecamatan Tanjungmorawa ini
mengendarai sepeda motor
Yamaha Mio putih BK 4488 MAB
melaju dari arah Tanjungmorawa
menuju Lubukpakam.
Tiba di lokasi kejadian, entah
bagaimana sebuah mobil sedan
mazda yang dikemudikan Gatot
(59) warga Jalan Brigjend
Katamso Nomor 243 Medan yang
datang dari arah bersamaan
menyenggol Lismawati dan
terjatuh ke aspal. Gatot pun
langsung membawa Lismawati ke
RSU Sari Mutiara dan dirawat di
ruang ICU karena darah keluar
dari telinganya. Hingga berita ini
dikirim, Liswati masih dirawat
intensif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

antara News Headlines
(new window)
Table Cell